"Lebih baik memastikan KEGAGALAN daripada menunda-nunda KETIDAKPASTIAN"
(Anonymous)
Minggu, 23 November 2008
Kamis, 13 November 2008
With My YM Partner
Chatting Hari Ini ...
joe_chandra: cinta.....
fien_82: yah penyejuk jiwa???
joe_chandra: sedari tadi tak kujumpai dirimu, dimanakah engkau kasih?
fien_82: aku larut dlm kegusaran yg begitu luar biasa menghapus hasrat tuk memasuki dunia yg penuh irama tak menentu
joe_chandra: dapatkah kuhapus segala gundah dihatimu. Membalutnya dengan selimut kemesraan hingga musim semi tiba...
fien_82: mugkin bisa ..namun akan sejenak saja menghapusnya ..ia akan kembali dan terus kmbali sampai aku terkulai ..krn gusar ini sdh mnyatu bersama darah dan daging merusak seluruh sistem jiwaku ..aku mengering diterpa panas mentari yg peduli setan dgn kekosongan nuraniku
joe_chandra: biarlah sejenak kuhentikan waktu, menikmati bunga-bunga bermekaran bersamamu. Biarlah sejenak kuhentikan laju kehidupan, agar jemari saling terpaut. Biarlah sejenak kupadamkan mentari, gelapnya melindungi kita dari kenyataan. Sebelum akhirnya kita terlempar kembali dalam kubangan kehidupan
fien_82: oh cinta ...betapa indah kasih kau berikan..sejuk menenangkan..menebar wangi dahan2 pinus di bukit2 hijau.menghamparkan warna warni bunga ditaman hati ..keindahannya memancing kumbang menari2
joe_chandra: kasihku tiada indah tanpa cintamu... wangipun tiada semerbak tanpa lembutmu... karna kaulah sumber inspirasi yang memendarkan selaksa harap
joe_chandra: cinta.....
fien_82: yah penyejuk jiwa???
joe_chandra: sedari tadi tak kujumpai dirimu, dimanakah engkau kasih?
fien_82: aku larut dlm kegusaran yg begitu luar biasa menghapus hasrat tuk memasuki dunia yg penuh irama tak menentu
joe_chandra: dapatkah kuhapus segala gundah dihatimu. Membalutnya dengan selimut kemesraan hingga musim semi tiba...
fien_82: mugkin bisa ..namun akan sejenak saja menghapusnya ..ia akan kembali dan terus kmbali sampai aku terkulai ..krn gusar ini sdh mnyatu bersama darah dan daging merusak seluruh sistem jiwaku ..aku mengering diterpa panas mentari yg peduli setan dgn kekosongan nuraniku
joe_chandra: biarlah sejenak kuhentikan waktu, menikmati bunga-bunga bermekaran bersamamu. Biarlah sejenak kuhentikan laju kehidupan, agar jemari saling terpaut. Biarlah sejenak kupadamkan mentari, gelapnya melindungi kita dari kenyataan. Sebelum akhirnya kita terlempar kembali dalam kubangan kehidupan
fien_82: oh cinta ...betapa indah kasih kau berikan..sejuk menenangkan..menebar wangi dahan2 pinus di bukit2 hijau.menghamparkan warna warni bunga ditaman hati ..keindahannya memancing kumbang menari2
joe_chandra: kasihku tiada indah tanpa cintamu... wangipun tiada semerbak tanpa lembutmu... karna kaulah sumber inspirasi yang memendarkan selaksa harap
Gravitasi Cinta
Cinta dan bodoh adalah sebuah perbedaan yg sangat tipis ... (???)
Bagi yg mencinta dengan kedalaman hati, melakukan apapun demi sosok yg mengisi dan memberi warna hati adalah suatu pengorbanan. Bahkan ketika harus merendahkan diri mengikuti hasrat hati mengejar cinta yg jelas2 bukan untuknya, adalah kepuasan tersendiri yg tak dpt diukur dari kacamata orang lain. Mungkin inilah yang dinamakan "cinta menghilangkan logika".
Yah .. logika bukan milik orang yg mencinta, logika hanya milik orang2 yg berada di luar area "dua sosok yg saling tarik menarik" atau "satu sosok yg terkena magnet cinta yg menghadirkan sejuta harapan indah tuk bersama orang yg dicintainya". Aku memandang nyinyir orang2 yg rela mengorbankan akal sehatnya demi mengejar cinta yg jelas tidak tercipta untuknya. Melakukan sejumlah kebodohan yg menjadi bahan tertawaan dan cibiran org lain yg melihatnya. Mata dan telingaku kerap menjadi saksi bagaimana cinta (definisi yg tidak berbentuk dan tidak jelas maknanya) telah mempermainkan mental seseorang jatuh dalam kebodohan. Menghilangkan kewarasan dan menimbulkan trauma serta ketakutan luar biasa. Bahkan kadang mengungkung seseorang dari keindahan hidup yg sebenarnya ada di depan matanya dan bisa diraih.
Aku benci melihat betapa manusia2 hidup dan membiarkan dirinya lemah krn gravitasi cinta. Namun ternyata dunia ini pun ada karena cinta. Cinta Sang Khalik kpd hambanya. Maka Ia menganugrahkan nyawa cinta ke dalam setiap jiwa manusia. Beruntunglah mereka yg dihembuskan roh cinta. Karena meski jalannya berliku2 ... ia tetap cinta. Yang sedikit ataupun banyak, cinta telah memberi denyut untuk manusia hidup dan berjalan di dunia.
Akupun kini menyadari, cinta adalah satu sisi kehidupan yg juga perlu perjuangan. Ia tak hanya sekedar hadir dan mengalir sendiri seperti air yg bisa mengering seiring musim kemarau. Ia ada bagai tanaman yg hidup, tumbuh dan berkembang. Bagai manusia yg perlu makan, minum dan tidur. Jika diabaikan segala kebutuhannya, maka ia akan mati. Jika tak dikerahkan segala upaya, maka ia tak memanen apa2.
Selama ini aku hanya bermain dlm fikiran dan tak melakukan apa yg harus aku lakukan. Atau melakukan apa yg bisa aku lakukan. Selama ini aku berpasrah dan menjadikan personifikasi air mengalir sebagai sebuah jalan yg kuikuti. Hingga hadir satu sosok yg entah bagaimana caranya, mengantukkan kesadaran otakku untuk memperjuangkan sesuatu yang ku inginkan. Sosok itu telah memberi hati bagi hati yg lain. Namun sekali lagi .. entah mengapa .. satu keyakinan timbul dan memaksa "jika kau menginginkannya, maka perjuangkanlah". Dan entah mengapa .. kali ini aku mengeksekusi keinginan hati serta mengabaikan dominasi logika yang 70% telah menjadi raja bagi langkah2ku selama ini.
Maka kaki2 ini berlari dan mengabaikan semua realita bahwa ia milik "pemuja cinta" yg lain. Untunglah keyakinan ini tak bertepuk sebelah tangan. Gravitasi itu memang ada di antara kami dan ia ungkapkan dgn gamblangnya meski ketakutan menjadi hantu bagi jiwanya. Aku tak peduli bahwa kenyataan di depan bisa sangat pahit dan meremukkan otakku. Aku mulai mengikuti setiap bisikan hati yg terus dahaga meski ia telah menyatakan akan mendampingi peluh rasaku. Ternyata, dahaga itu timbul karena satu ketakutan bahwa aku hanya memiliki separuh cintanya, atau mungkin justru hanya seperempatnya(?). Dan tak pernah sekali pun ia secara utuh membuka diri dan hatinya bagi aku .. -sosok baru di matanya yg menjadi duplikasi bagi cinta yg telah lebih dulu dimilikinya bersama perempuan lain-.
"Bodoh" .. seperti itulah logika ku berkata penuh kemenangan. Memilih mengikuti kata hati menjadi "orang kedua". Satu pilihan yg jelas seperti berjalan pd titian rapuh. Keinginan memiliki seorang yg menuangkan kuas penuh warna dalam keseharianku, telah membuat aku mengabaikan akal sehat bahwa cinta terbelah dua hanya sebuah mimpi tak berujung. Semakin aku berlari dan meneguhkan "cinta butuh perjuangan" .. semakin jauh ia menghilang dalam kalut ketidakpastian.
Maka aku terpaksa mengikuti jalan yg dibukakan logika. Aku harus berhenti dan mengambil nafas dalam2, kembali menghirup kewarasanku. Agar aku tidak terus terjebak dalam arus pengap perbudakan cinta thd mental manusia. Kini aku menyerahkan tangan dan takdir Tuhan yg menentukan. Kini aku bersandar pada rohani manusia yg berada pada kuasa Tuhan dan menertawakan kebodohanku. Aku memang tidak pernah menyerah, tapi aku juga tidak ingin melangkah tanpa arah. Dengan seribu kebimbangan, kini aku ingin mengatakan aku telah dan pernah berjuang untuk cintanya. Tapi kini aku telah lelah berlari. Walau persoalan ini belum berujung, ... belum, karena ia masih ada dalam jalur komunikasi antara aku dan dia. Belum, karena entah mengapa, aku memiliki keyakinan bahwa ia pun mengalami kebimbangan dgn apa yg dijalaninya. Belum, krn sesekali goda dan rayu masih ada di antara kita, yg seharusnya ia sadari bahwa itu memberi gelombang pasang pada hati dan pengharapanku. Karena itu .. pilihanku hanya lah pada kepasrahan.
Setidaknya aku pernah memperjuangkannya, setidaknya aku pernah mengecap cintanya. Hanya saja sayang .. jika saja semudah itu merubah haluan cinta, akan kulempar bayang2 tentang dirinya ke dalam tong sampah dan kupalingkan hati ini pada sesumbar rayuan yg keluar dari mulut makhluk Adam lainnya. Tapi aku tak bisa, bagaimana pun cinta itu telah menjilat mental dan melahap hasrat ku tuk cinta yg lain. Meski telah kupasrahkan, aku hanya ingin dia tahu, Gravitasi Cinta ini masih menarik2 aku dalam kubang kerinduan akan hadirnya. Dia masih sosok yg tidak tergantikan. ***
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)